Visiting Top Professor FBS UNESA: Mahasiswa Doktoral Didorong Tembus Publikasi Internasional Bereputasi
Surabaya — 16 April 2026.
Memasuki hari keempat sekaligus penutup rangkaian kegiatan Visiting Top Professor, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya mengarahkan fokus kegiatan kepada mahasiswa jenjang doktoral (S3). Sesi ini menjadi tahap lanjutan yang lebih spesifik dan strategis, mengingat tuntutan akademik pada jenjang doktoral tidak hanya terletak pada penyelesaian disertasi, tetapi juga pada capaian publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional.
Kegiatan ini menghadirkan kembali Jessie Barrot dari National University Philippines, yang memberikan pemaparan mendalam terkait strategi menembus publikasi ilmiah tingkat global. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa publikasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari kontribusi akademik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks pendidikan doktoral, publikasi ilmiah—termasuk pada jurnal terindeks Scopus atau yang setara—menjadi salah satu prasyarat penting kelulusan. Oleh karena itu, materi yang disampaikan difokuskan pada bagaimana merancang riset yang memiliki novelty, memperkuat posisi argumentasi, serta menyesuaikan standar penulisan dengan ekspektasi jurnal internasional.
Suasana diskusi berlangsung intens dan kritis. Mahasiswa doktoral yang hadir menunjukkan kesiapan akademik dengan mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik, mulai dari strategi memilih jurnal yang tepat, teknik merespons komentar reviewer, hingga cara mempertahankan konsistensi kualitas tulisan dalam proses revisi yang berulang. Interaksi ini mencerminkan tingkat kebutuhan yang tinggi terhadap pendampingan dalam proses publikasi ilmiah.
Menariknya, sesi ini juga diikuti oleh sejumlah dosen yang sebelumnya telah berpartisipasi pada hari ketiga. Sebagai dosen yang sedang menempuh studi doktoral di UNESA, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman terkait publikasi ilmiah sekaligus mengembangkan naskah yang sedang mereka kerjakan. Hal ini menunjukkan kesinambungan yang kuat antara peran dosen sebagai pengajar dan sebagai peneliti aktif di jenjang lanjut.
Salah satu peserta doktoral menyampaikan refleksinya, “Di tahap S3, tantangannya bukan hanya menulis, tetapi memastikan tulisan kita layak secara global. Sesi ini membantu saya melihat posisi riset saya dalam peta keilmuan yang lebih luas.” Pernyataan ini menggambarkan bagaimana kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membangun kesadaran akademik yang lebih mendalam.
Dalam pemaparannya, Prof. Jessie Barrot juga menekankan pentingnya ketekunan dan strategi dalam menghadapi proses publikasi internasional. Ia mengingatkan bahwa penolakan dari jurnal merupakan bagian dari proses yang wajar, dan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tulisan. Pendekatan ini memberikan perspektif realistis sekaligus motivasional bagi peserta.
Foto oleh Humas FBS
Melalui kegiatan hari keempat ini, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi pada kualitas dan daya saing global. Penguatan kapasitas mahasiswa doktoral dalam publikasi ilmiah menjadi langkah penting dalam meningkatkan reputasi institusi sekaligus kontribusi keilmuan di tingkat internasional.
Secara keseluruhan, rangkaian Visiting Top Professor dari hari pertama hingga hari keempat menunjukkan kesinambungan yang sistematis: dari penguatan wawasan umum, peningkatan kemampuan mahasiswa magister, pengembangan kapasitas dosen, hingga pendalaman strategi publikasi bagi mahasiswa doktoral. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UNESA terus bergerak menuju ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global.