Level Up UMKM Mirigambar: UNESA Dorong Penguatan Identitas Produk melalui Rebranding
Tulungagung — 14–15 Agustus 2026.
Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menghadirkan program “Penguatan Identitas Produk Melalui Upaya Rebranding bagi Pelaku UMKM Industri Makanan dan Minuman Rumahan di Desa Mirigambar.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk turut memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal melalui pendekatan kreatif dan visual.
Kegiatan PkM tersebut berangkat dari persoalan yang cukup umum dihadapi pelaku UMKM, khususnya usaha makanan dan minuman rumahan. Produk yang dihasilkan sering kali memiliki potensi dan kualitas yang baik, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh identitas visual yang mampu memperkuat karakter produk dan menarik perhatian konsumen. Persoalan tersebut dapat terlihat dari aspek logo, kemasan, hingga kualitas visual produk ketika dipromosikan melalui media digital. Temuan tersebut juga menjadi salah satu latar belakang program PkM, yang secara khusus menempatkan penguatan identitas visual sebagai bagian penting dalam peningkatan daya saing UMKM.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM tidak hanya diajak untuk memahami arti sebuah logo atau kemasan yang menarik. Lebih jauh, peserta diperkenalkan pada konsep rebranding sebagai sebuah upaya untuk membangun kembali cara sebuah produk dikenali, diingat, dan dipersepsikan oleh konsumen. Identitas produk dipandang bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari strategi komunikasi yang dapat membantu sebuah usaha membedakan dirinya dari produk lain yang berada di pasar.
Dalam proses pendampingan, peserta mendapatkan penguatan keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan visual produk. Salah satu bagian penting dari kegiatan adalah pengenalan fotografi produk, sehingga pelaku UMKM mampu menghasilkan foto yang lebih representatif untuk digunakan sebagai materi promosi. Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebiasaan konsumen mencari informasi produk melalui media digital sebelum melakukan pembelian.
Selain fotografi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam pengembangan logo dan desain kemasan. Melalui pendekatan yang praktis, peserta diarahkan untuk mulai memikirkan bagaimana karakter usaha dapat diterjemahkan ke dalam elemen visual yang konsisten. Dengan demikian, produk tidak hanya tampil sebagai makanan atau minuman yang dikemas untuk dijual, tetapi juga memiliki identitas yang dapat membangun hubungan dengan konsumen.
Pendekatan berbasis praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba mengembangkan materi visual produk mereka sendiri. Proses tersebut memungkinkan peserta melihat secara langsung bagaimana perubahan sederhana pada tampilan produk dapat memberikan kesan yang berbeda dan lebih profesional.
Antusiasme peserta menjadi salah satu bagian menarik dari pelaksanaan kegiatan. Bagi pelaku usaha rumahan, pengembangan identitas produk merupakan pengalaman yang relatif baru. Namun, melalui proses pendampingan, peserta mulai melihat bahwa kemampuan mengelola visual produk dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha yang dapat dilakukan secara mandiri.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak berhenti pada perubahan tampilan produk semata. Tujuan yang lebih luas adalah membangun kepercayaan diri pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara lebih mandiri, baik melalui jalur pemasaran konvensional maupun media digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun visual produk, menghasilkan foto produk yang lebih representatif, serta mengembangkan desain logo dan kemasan yang lebih menarik.

Bagi Desa Mirigambar, penguatan kapasitas semacam ini memiliki arti penting karena UMKM makanan dan minuman rumahan merupakan bagian dari potensi ekonomi masyarakat yang dapat terus dikembangkan. Produk lokal memiliki cerita, karakter, dan keunikan masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikomunikasikan secara lebih efektif sehingga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dari perspektif pendidikan seni rupa, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana kompetensi seni dan desain dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab persoalan di masyarakat. Pengetahuan mengenai komposisi visual, warna, tipografi, fotografi, hingga strategi komunikasi visual tidak berhenti sebagai materi akademik di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan untuk membantu masyarakat mengembangkan produk dan usahanya.
Kegiatan PkM ini juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Penguatan kapasitas UMKM melalui identitas produk dan strategi visual dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing usaha, membuka peluang pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Dalam konteks tersebut, kreativitas dan keterampilan desain ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang dapat memberi nilai tambah bagi produk masyarakat.
Lebih dari sekadar memperbarui logo atau membuat kemasan terlihat lebih menarik, kegiatan ini mengajak pelaku UMKM Mirigambar untuk melihat kembali potensi usaha mereka. Rebranding menjadi momentum untuk “naik kelas”, bukan dengan meninggalkan karakter produk lokal, tetapi dengan memperkuat cara karakter tersebut diperkenalkan kepada konsumen.
Melalui kegiatan ini, Prodi Seni Rupa Murni UNESA menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan keilmuan seni rupa yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Dari Desa Mirigambar, kreativitas, desain, dan pengetahuan seni rupa dipertemukan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat untuk membangun produk lokal yang lebih percaya diri, lebih komunikatif, dan memiliki peluang untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.